Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. (Al-Baqarah: 120) Kekalahan dalam Perang Salib (Crusade) menjadi pukulan yang sangat berat bagi musuh-musuh Islam. Setelah menduduki Al-Quds (Jerussalem) selama sekitar 88 tahun (1099-1187), pasukan Salib akhirnya hengkang. Pasukan kaum Muslimin di bawah pimpinan Shalahudin al-Ayyubi berhasil mengalahkan mereka. Memori ini masih terpelihara di mata musuh-musuh Islam dan melandasi sikap mereka. Sampai-sampai, pascaperistiwa 11 September, dengan dalih memerangi terorisme, Presiden Amerika Serikat George W. Bush mendeklarasikan, "This Crusade, this war on terrorism is going to take a while…" Ya, 'Perang Salib ini, perang melawan terorisme ini mungkin akan memakan waktu lama.' Kemenangan generasi Shalahuddin tentu tidak hadir secara tiba-tiba. Berbagai persiapan dan perubahan yang menyertai dalam banyak hal serupa dengan apa yang terjadi pada masa kini, termasuk fragmen keterpurukan yang menimpa sebelumnya. Buku ini menemukan relevansinya di saat umat kembali berpikir bagaimana mengembalikan peran sejarah yang telah dimainkannya pada masa-masa silam. Bagaimana kebangkitan terjadi? Dari mana dimulai? Bagaimana pula kebangkitan umat Islam muncul, sejenak hilang, dan kemudian muncul kembali dengan lebih kuat? Jawabannya terpampang di buku ini seolah-olah hadir di depan mata!
|