Halaman Depan
Katalog
Buku Tamu
Hubungi Kami

Jazera Update
Katalog Jazera arrow Balada Jamaah Jihad



Balada Jamaah Jihad

Penulis:
Ukuran: 14 x 20,5 cm ; 112 hal
Harga: Rp. 14.000,00


Jamaah Jihad, sebuah nama yang tidak asing ditelinga para aktivis, pengamat politik dan… agen intelijen di seluruh dunia. Kelompok perlawanan yang dipimpin oleh Dr. Aiman Azh-Zhawahiri ini, ternyata telah mengalami sekian ujian dan konspirasi baik dalam skala lokal, regional bahkan internasional.

 

Kelompok perlawanan ini mulai dikenal secara luas di Mesir pasca era tribulasi aktivis Ikhwanul Muslimin. Ribuan aktivis dipenjara. Sebagian bahkan dihukum gantung. Kondisi tersebut menumbuhkan militansi perlawanan yang lebih. Dikuatkan oleh tulisan-tulisan Sayyid Quthub, muncullah kelompok-kelompok perlawanan berbasis jihad.

 

Buku ini menjadi penting karena memuat sepak terjang sosok Dr. Aiman Azh-Zhawahiri. Sebuah nama yang tiba-tiba menjadi ikon penting perlawanan kelompok Islam terhadap barat. Popularitasnya melesat seiring merebaknya isu terorisme. Oleh pers Barat, ia dinobatkan sebagai orang ke-2 di Al-Qa’idah.

 

Layaknya pertunjukkan di panggung sejarah, buku ini menyuguhkan serangkaian episode perjalanan sebuah gerakan Islam yang sangat mempengaruhi peta politik dunia. Dari sejak berdirinya, hingga kisahnya dalam permulaan Perang Anti Terorisme Global hari ini.

 

Ditulis oleh orang dekat Aiman, Dr. Hani As-Siba’I, membuat data-data yang dimuat begitu akurat. Penulis yang pernah dituduh sebagai petinggi jamaah itu, menceritakan kronologi berdirinya Jamaah Jihad; dinamika perjuangan yang dihadapi; ujian-ujian; konflik internal; intrik; penetrasi intelijen; dan liku-liku umumnya dunia pergerakan. Termasuk yang sangat fundamental adalah sejarah ‘fusi’-nya Aiman ke kelompok Al-Qaidah.

 

Secara terperinci, Dr. Hani memvisualisasikan peranan penting pemimpin Jamaah Jihad, yaitu Dr. Aiman Azh-Zhawahiri. Tentang bagaimana jerih payah beliau dari mendirikan, mengawal hingga menuntun jamaahnya secara pasti dalam garis konfrontasi melawan “musuh-musuh idiologis”, yang dikenal sebagai musuh Allah.

Termasuk, bagaimana perjuangan beliau menyelamatkan jamaahnya dari konflik internal dan ancaman perpecahan. Di saat jamaah ini menghadapi berbagai permasalahan politik, ekonomi dan sumberdaya manusianya. Sehingga, terbentuk karakter jamaah  dengan ciri khas tersendiri karakter jamaah dengan ciri khas tersendiri sebagai kelompok yang tak kenal menyerah , meski menghadapi badai siksaan dari penguasa dzalim.

 

Pun demikian, petualangan Dr. Aiman Azh-Zhawahiri pun tak lepas dari kontroversi. Keputusan sang Doktor untuk bergabung dengan Al-Qa’idah, harus dibayar dengan penentangan keras dari kalangan internal jamaahnya. Demikian pula reaksi anggota yang masih mendekam di penjara bawah tanah Mesir.

 

Dr. Hani’ As-Siba’I juga menerangkan hubungan antara beberapa jamaah Islam di Mesir, khususnya tentang  Jamaah Jihad dan Jamaah Islamiyah. Dialektika yagn terjadi diantara kedua jamaah yang berjalan di atas jalan jihad ini, digambarkan secara jelas dan penuh hikmah.

 

Meski berprofesi sebagai pengacara, pemerintah Mesir menuduh Dr. Hani’ As-Siba’I sebagai seorang petinggi Jamaah Jihad. Namun, hal tersebut telah terbantahkan. Penulis memang pernah dihukum oleh Mahkamah Militer Mesir, dalam kasus mujahidin yang kembali dari Albania pada tahun 1999. Sekarang, penulis bermukim di Inggris dengan status pencari suaka politik.

 

Jadi, jangan lewatkan menelaah buku ini, karena ia membantu kita memahami masalah-maslah aktual dalam percaturan politik global dewasa ini.

 

‘Selamat membaca!’